Skip to main content

Posts

Featured

Melarung Duka (bag. I)

Kami berjanji sore ini bertemu di sebuah kedai kopi di pusat kota. Dengan langkah terburu, aku membawa tasku dan segera menyebrangi jalanan. Jarak dari tempatku berada sekarang dengan kedai kopi itu bisa kutempuh dengan menumpang kendaraan umum dan kutinggalkan kendaraanku di sini. Mengingat parkir yang sulit dan diburu waktu, aku melesat ke halte di depan jajaran pertokoan. Sepuluh menit, bis yang menuju ke sana tak pula tampak. Urung, aku melesat ke arah taksi terdekat. Kusebut tujuan. Sambil berjalan, aku menyandarkan kepala dan memejam mata. Aku tak suka terburu-buru.  ●●●
Seusai mandi, aku mengecek ponsel. Sebuah pesan dikirim lima menit yang lalu, menyampaikan ia sudah di jalan. Aku memakai jinsku, mengambil sehelai kaus berawarna abu polos, jaket yang biasa kupakai, dan sepatu. Akan terlalu lama bila membawa mobil, pikirku. Maka kuputuskan untuk mengendarai sepeda motor menuju ke pusat kota. Tempatnya menunggu. Sudah lewat 15 menit dari jam semula kami membuat janji. Tanpa menyis…

Latest posts

Zaman, Zaman

FW14-15: Kenduri by Nikico

Bertemu Lelah

A Review: debu duka dsb.